APA ITU LUPUS?? APAKAH ANDA PERNAH MENDENGAR.....
![]() |
| Ini adalah salah satu contoh gambar penyakit LUPUS |
Lupus yang dibahas kali ini bukanlah nama pemuda yang
menjadi tokoh dalam buku-buku cerita remaja yang sempat populer beberapa
tahun lalu. Lupus adalah jenis penyakit yang menakutkan. Belum
diketahui secara pasti penyebabnya. Hampir seluruh penderita penyakit
ini adalah wanita. Walau penderita penyakit ini tidak terlalu banyak,
tidak ada salahnya untuk mengetahui penyakit Lupus lebih lanjut.
Lupus
Penyakit Lupus
secara umum merupakan kelainan yang bersifat kronik pada masalah
imunitas tubuh. Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi
untuk menyerang benda asing, virus, bakteri atau kuman yang dapat
menyebabkan penyakit. Tetapi, pada penderita penyakit Lupus, sistem
kekebalan yang harusnya berfungsi sebagai pelindung tubuh mengalami
kelainan. Tubuh tidak dapat membedakan antara benda asing yang harus
dimusnahkan dengan jaringan tubuh sendiri yang bermanfaat untuk
kelangsungan hidup.
Akibatnya, yang diserang adalah jaringan
tubuh sendiri dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh seperti pada
paru-paru, darah, kulit, ginjal, otak, jantung, dan lainnya. Kerusakan
pada organ tubuh vital selanjutnya menyebabkan penderita Lupus yang
disebut Odapus semakin lemah dan sakit.
Jenis Lupus
Beberapa jenis
penyakit Lupus ada yang berbahaya dan ada juga yang kurang berbahaya.
Tidak semua penyakit Lupus menyerang organ vital. Ada juga yang hanya
menyerang jaringan kulit. Berikut ini beberapa jenis penyakit Lupus.
Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
SLE dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Penyakit ini sangat berbahaya karena menyerang organ dalam tubuh yang vital. Eritematosus sendiri berarti kemerahan. Itu adalah karakteristik penyakit ini yaitu ada tanda atau bercak kemerahan.Dicoid Lupus
Jenis Lupus ini hanya menyerang kulit. Biasanya muncul bercak merah pada kulit.Drug Induced Lupus
Penyakit Lupus ini dipicu karena mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
Gejala dan Deteksi Lupus
Gejala penyakit Lupus
bisa berbeda-beda pada tiap penderitanya. Itu sebabnya seseorang yang
menderita penyakit ini sulit mendeteksi penyakit tersebut. Bahkan,
gejalanya dapat menyerupai gejala penyakit lain.
Hal ini
disebabkan karena organ tubuh yang diserang bisa berbeda pada tiap
penderitanya. Misalnya, bila yang diserang adalah darah, maka gejalanya
mirip dengan orang yang menderita anemia. Bila yang diserang mulut, maka
penderita dapat mengalami sariawan yang berkepanjangan yang dapat
dianggap sebagai gejala kekurangan vitamin C.
Beberapa
gejala yang umum pada penyakit ini adalah munculnya bercak merah pada
hidung dan kedua pipi membentuk seperti kupu-kupu yang disebut butterfly rash.
Bercak dapat pula terjadi pada tubuh. Dalam tahap lanjut, penyakit ini
dapat menyebabkan kerontokan rambut, rasa lelah yang berlebihan,
kerusakan pada organ tubuh. Penderita Lupus mengalami gejala seperti
pada orang yang menderita kanker.
Maka, cara mengetahui apakah seseorang tersebut menderita Lupus atau tidak yaitu dengan melakukan tes antinuclear antibodies (ANA). Jika hasil tes positif maka kemungkinan besar orang tersebut mengidap penyakit Lupus.
Penyebab Penyakit Lupus
Lupus
bukanlah penyakit menular dan sebagian besar penderitanya adalah wanita
pada usia produktif sehingga sering dianggap penyakit wanita. Faktor
keturunan bukan sebagai penyebab langsung penyakit ini. Walau mungkin,
dari orang tua diperoleh gen yang abnormal yang berpotensi untuk
penyakit ini, tetapi ada faktor lain sehingga penyakit ini dapat
terjadi. Dugaan para ahli tentang penyebab penyakit ini adalah karena
faktor hormon, tetapi belum diketahui hormon mana penyebabnya.
Pengobatan pada Odapus
Untuk mengobati Odapus
atau penderita penyakit Lupus adalah dengan mengurangi keluhan sakit
akibat kerusakan organ tubuh. Pengobatan dilakukan dengan upaya khusus
agar penyakit ini tidak menyerang organ tubuh lainnya yang dapat
menyebabkan keluhan lebih parah akibat komplikasi.
Perlu
diperhatikan juga faktor lingkungan yang dapat memperparah keadaan
odapus. Misalnya dengan mengontrol makanan, mencegah agar tidak stres,
pemilihan bila harus menggunakan obat-obatan, serta mencegah agar kulit tidak secara langsung terkena sinar matahari yang mengandung UV.



0 komentar:
Posting Komentar